Volume dan Nilai Transaksi Saham: Arti dan Bedanya
Volume, nilai, dan frekuensi adalah tiga ukuran aktivitas perdagangan sebuah saham. Ketiganya sering tertukar, padahal menjawab pertanyaan yang berbeda.
Tiga ukuran aktivitas perdagangan
- Volume: jumlah saham yang berpindah tangan, biasanya dinyatakan dalam lot atau lembar.
- Nilai transaksi: total rupiah dari transaksi tersebut, yaitu volume dikali harga.
- Frekuensi: berapa kali transaksi terjadi, tanpa melihat besar kecilnya.
Cara menghitung nilai transaksi
Satu lot di Bursa Efek Indonesia berisi 100 lembar saham. Nilai transaksi dihitung dari jumlah lembar dikali harga per lembar.
- Contoh: 10.000 lot pada harga Rp 500 berarti 1.000.000 lembar, sehingga nilai transaksinya Rp 500.000.000.
Mengapa volume saja bisa menyesatkan
- Saham berharga rendah mudah mencatat volume sangat besar dengan nilai rupiah yang kecil.
- Nilai transaksi lebih adil untuk membandingkan antarsaham karena sudah memperhitungkan harga.
- Frekuensi tinggi dengan nilai kecil dapat menandakan banyak transaksi ritel, sedangkan frekuensi rendah dengan nilai besar dapat menandakan transaksi blok.
Kaitannya dengan likuiditas
Nilai transaksi harian yang rendah menandakan saham kurang likuid: sulit dibeli atau dijual dalam jumlah besar tanpa menggeser harga. Pada saham seperti itu, data broker mudah menyesatkan.
Cara memakainya
- Bandingkan volume hari ini dengan rata-rata beberapa hari terakhir, bukan dengan angka mutlak.
- Gunakan nilai transaksi untuk membandingkan saham dengan harga berbeda.
- Perhatikan bahwa lonjakan volume menunjukkan aktivitas, bukan arah harga.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda volume dan nilai transaksi?
Volume adalah jumlah saham yang diperdagangkan, sedangkan nilai transaksi adalah total rupiahnya, yaitu volume dikali harga.
Satu lot berapa lembar saham?
Satu lot sama dengan 100 lembar saham di Bursa Efek Indonesia.
Apakah volume besar berarti saham akan naik?
Tidak. Volume besar hanya menunjukkan aktivitas yang tinggi dan tidak menunjukkan arah harga.
Lihat datanya langsung di OpenBook
OpenBook merangkum aliran dana broker dan investor asing untuk emiten Bursa Efek Indonesia dalam satu dashboard. Data diperbarui harian setelah bursa tutup. Coba semua fitur gratis selama 7 hari, tanpa kartu kredit.
Coba gratis 7 hariBaca juga
- Saham Tidak Likuid: Ciri dan Risikonya
- Cara Membaca Bid dan Offer Saham
- Cara Membaca Broker Summary Saham
Informasi ini bersifat edukasi dan dihasilkan dari data, bukan nasihat investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada Anda.