ARA dan ARB Saham: Arti dan Cara Kerjanya
ARA dan ARB adalah batas maksimum kenaikan dan penurunan harga sebuah saham dalam satu hari perdagangan. Batas ini ditentukan bursa dan, seperti terlihat belakangan ini, bisa berubah.
Arti ARA dan ARB
- ARA (Auto Rejection Atas): batas kenaikan harga tertinggi dalam sehari. Pesanan di atas batas ini ditolak otomatis.
- ARB (Auto Rejection Bawah): batas penurunan harga terendah dalam sehari. Pesanan di bawah batas ini ditolak otomatis.
- Batas dihitung terhadap harga acuan, biasanya harga penutupan hari sebelumnya, dan besarnya bergantung pada rentang harga saham.
Mengapa ada batas ini
Tujuannya meredam pergerakan harga yang terlalu liar dalam satu hari dan memberi waktu bagi pasar untuk mencerna informasi. Batas ini tidak menghilangkan risiko, karena harga tetap bisa bergerak ke arah yang sama pada hari-hari berikutnya.
Aturan yang berlaku saat artikel ini ditulis (24 Oktober 2026)
Ketentuan batas ARA dan ARB diubah beberapa kali dalam waktu singkat dan sebagian bersifat sementara. Menurut pemberitaan, sejak akhir September 2026 harga minimum saham diturunkan menjadi Rp 1, dan pada Oktober 2026 bursa memberlakukan ARB asimetris yang lebih sempit untuk sementara.
- ARB sebesar 7 persen untuk sebagian besar rentang harga, berlaku sementara sampai 31 Desember 2026 dan akan dievaluasi sesuai kondisi pasar.
- ARA bertingkat menurut harga: 35 persen untuk harga Rp 11 sampai Rp 200, 25 persen untuk di atas Rp 200 sampai Rp 5.000, dan 20 persen untuk di atas Rp 5.000.
- Untuk harga sangat rendah (Rp 1 sampai Rp 14), batas dinyatakan dalam rupiah, bukan persen.
- Papan tertentu, seperti papan akselerasi dan papan pemantauan khusus, mengikuti ketentuan sendiri.
Selalu periksa ketentuan terbaru
Karena aturan ini bisa berubah lagi, periksa pengumuman resmi Bursa Efek Indonesia sebelum mengandalkan angka di atas. Artikel ini edukasi, bukan sumber ketentuan resmi.
Cara memandang ARA dan ARB
- Saham yang menyentuh ARA tidak otomatis lanjut naik, dan yang menyentuh ARB tidak otomatis lanjut turun.
- Saat antrean menumpuk di ARA atau ARB, transaksi sering sangat sedikit, sehingga data broker pada hari itu perlu dibaca hati-hati.
- Pergerakan sampai batas ini menandakan volatilitas tinggi, yang berarti risiko tinggi baik bagi pembeli maupun penjual.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu ARA dan ARB?
ARA adalah batas kenaikan harga harian dan ARB adalah batas penurunan harga harian, yang bila tercapai membuat pesanan di luar batas ditolak otomatis.
Apakah batas ARA dan ARB selalu sama?
Tidak. Bursa dapat mengubahnya, dan dalam beberapa waktu terakhir ketentuannya berubah beberapa kali. Selalu periksa pengumuman resmi terbaru.
Apakah saham ARA akan naik lagi besok?
Tidak ada jaminan. ARA hanya menunjukkan harga mencapai batas kenaikan harian, bukan prediksi hari berikutnya.
Lihat datanya langsung di OpenBook
OpenBook merangkum aliran dana broker dan investor asing untuk emiten Bursa Efek Indonesia dalam satu dashboard. Data diperbarui harian setelah bursa tutup. Coba semua fitur gratis selama 7 hari, tanpa kartu kredit.
Coba gratis 7 hariBaca juga
- Cara Membaca Bid dan Offer Saham
- Saham Tidak Likuid: Ciri dan Risikonya
- Aksi Korporasi Saham: Arti dan Pengaruhnya
Informasi ini bersifat edukasi dan dihasilkan dari data, bukan nasihat investasi atau ajakan membeli/menjual efek. Keputusan dan risiko investasi sepenuhnya ada pada Anda.